Perpustakaan Desa

Sejarah Singkat Perpustakaan

Berawal dari buku-buku yang dipergunakan oleh kelompok belajar dari berbagai tingkat pendidikan pada tahun 1984. Buku-buku tersebut dikumpulkan menjadi satu, di suatu tempat yang selalu dipergunakan untuk berkumpul guna memecahkan permasalahan di sekolah masing-masing. Dari kelompok belajar tersebut berhasil dikumpulkan 100 judul dengan jumlah 100 eksemplar.

Melihat tingginya semangat dan minat baca kelompok belajar tersebut, maka Lurah Desa Sukoreno memberikan Surat Keputusan Pendirian Perpustakaan Sari Ilmu dengan No. 06/KPTS/1984 tanggal 28 Juni 1984, walaupun tempatnya masih berada di rumah pribadi anggota kelompok.

Pada bulan September tahun 1995 perpustakaan pindah dari rumah pribadi ke kompleks Balai desa Sukoreno, dan koleksi buku/bahan pustakanya makin bertambah dan berkembang, tidak hanya buku-buku pelajaran tetapi juga majalah, kliping, novel serta bacaan ringan lainnya. Saat ini Perpustakaan Sari Ilmu telah mendapatkan Surat Keputusan dari Bupati Kulon Progo tentang Penyelenggara Perpustakaan Desa dengan nomor 182 Tahun 2009.

Visi dan Misi Perpustakaan

Visi perpustakaan Sari ilmu adalah:
Sebagai sarana meningkatkan pengetahuan, minat baca, teknologi dan informasi masyarakat   dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Misi perpustakaan Sari Ilmu adalah:

  • Meningkatkan pengetahuan dan minat baca masyarakat desa Sukoreno dengan melakukan layanan buku serta sumber informasi yang dimiliki oleh perpustakaan
  • Ikut mencerdaskan masyarakat desa dengan menyediakan sumber pengetahuan berupa buku dan internet
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sumber informasi untuk pelatihan dan ketrampilan

Kondisi Gedung, Ruangan dan Sarana Prasarana

Gedung perpustakaan Sari Ilmu menempati ruangan yang strategis yaitu menempati salah satu ruangan yang ada di kompleks Balai Desa Sukoreno yang sering dilalui masyarakat yang ingin mengurus administrasi. Luas bangunannya adalah 60 m2 yang terbagi dalam 2 ruangan. Ruangan yang pertama adalah ruangan koleksi dan satunya lagi adalah ruang baca dan bermain anak-anak.

Ruang koleksi terdiri atas ruang koleksi buku, meja sirkulasi, dan ruang wifi. Sedangkan ruang baca adalah ruang tempat membaca di tempat dan ruang anak-anak yang biasanya digunakan untuk menonton film anak dan atau bermain.

Ruang wifi merupakan ruang dimana pemustaka dapat menggunakan fasilitas internet secara gratis baik untuk menemukan bahan pustaka maupun yang lainnya. Perpustakaan menyediakan 2 unit laptop yang dapat digunakan untuk browsing internet. Sedangkan pemustaka yang membawa laptop sendiri dapat mengakses internet di ruang baca. Ruang baca bisa juga untuk tempat mendongeng dan ruang pertemuan atau rapat pengelola perpustakaan dan lembaga lainnya seperti LPMD dan yang lain.