SIKLON TROPIS CEMPAKA MENYAPA JOGJA

Wahyudi (Dukuh Banggan) menunjukkan kerusakan jalan

Sukoreno (13/12/17) – Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang kemudian menyebabkan kerusakan baik karena disebabkan banjir, longsor hingga pohon yang tumbang akibat diterpa angin kencang. Selain itu, aktivitas masyarakat lumpuh total di Wonogiri, sebagian daerah di Yogyakarta dan Pacitan. Jalan lintas selatan yang menghubungkan Wonogiri hingga Ponorogo juga lumpuh total karena tertutup longsor. Kerugian dan kerusakan ekonomi diperkirakan triliunan rupiah. Hingga Rabu (29/11/2017) siang, sudah 19 orang meninggal akibat banjir (4 orang) dan longsor (15 orang). Secara rinci, 11 korban berasal dari Pacitan, 3 orang di Kota Yogyakarta, 1 orang di Bantul, 1 orang di Gunung Kidul, 2 orang di Wonogiri dan 1 orang di Wonosobo.

Untuk kota Yogyakarta, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang diterima, siklon tropis Cempaka tak hanya menimbulkan banjir dan longsor. Sejumlah pohon di berbagai titik juga tumbang. Secara rinci, terdapat sebanyak 131 titik kejadian pohon tumbang di berbagai wilayah di DIY Yogyakarta. Selain itu, longsor juga terjadi di 114 titik serta banjir menggenangi 110 titik di berbagai wilayah di Yogyakarta. Banjir, longsor dan pohon tumbang di Yogyakarta menyebabkan 65 rumah rusak karena banjir, 18 rumah tertimpa pohon yang tumbang dan 12 rumah rusak karena longsor. Infrastruktur umum seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan hingga jaringan telpon ikut rusak akibat badai tersebut. Siklon tropis Cempaka bukanlah yang pertama terjadi di Indonesia. BMKG mencatat terjadi beberapa badai tropis sejak terbentuknya pusat peringatan dini siklon tropis (Tropic Siclon Warning Center/TSWC) Jakarta pada 2008: siklon tropis Durga, Anggrek, Bakung, Cempaka dan yang terbaru Dahlia.

Desa Sukoreno juga terkena dampak dari badai Cempaka dan Dahlia yang menerjang wilayah Yogyakarta. Dampak yang timbul antara lain pohon tumbang ada 3 titik, banjir 7 titik, tanggul jebol 1 titik, tanah longsor 2 titik,dan mengakibatkan terganggunya jaringan listrik maupun jaringan internet. Banyak akses jalan yang tidak dapat dilalui oleh masyarakat karena terkena banjir dan tanah longsor. Banjir yang terjadi karena sungai papah tidak mampu menampung debit air. Sebenarnya pihak Pemerintah Desa Sukoreno dan warga sudah mengajukan pengerukan sungai kepada pihak pengairan Kabupaten Kulon Progo,namun baru sedikit yang sudah dikeruk yaitu di dekat bendungan papah. Pada hari Jumat tanggal 1 Desember 2017, pukul 13.00 WIB Polsek Sentolo dan Pemerintah Desa Sukoreno memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak dari bencana ini. Bantuan ini diberikan kepada :

1. Bp. Sadirin RT 16 RW 08 dusun Worawari  Desa Sukoreno.
2. Ibu Marni RT 01 RW 02 dusun Sidowayah Desa Sukoreno.
3. Bp. Miran RT 01 RW 02 dusun Sidowayah Desa Sukoreno.

Adapun yang menghadiri kegiatan pemberian bantuan itu adalah :
1. Kapolsek Sentolo beserta ibu Ketua Bhayangkari Sentolo
2. Kepala Desa Sukoreno R. Agus Biantara, SH.
3. Kasi Kesra Desa Sukoreno Windu Istanto,SH.
4. Panit 1 binmas Polsek sentolo Ipda Ngatija
5. Kanit Provost Ipda Indarto.
6. Dukuh Worawari Agus Sudaryanto.
7. Dukuh sidowayah Yuliet maharani

Ketiga tempat itu dipilih untuk diberikan bantuan adalah karena ada 2 rumah tertimpa pohon hingga rusak yaitu rumah Bp. Miran dan ibu Marni yang beralamat di Dusun Sidowayah Desa Sukoreno. Sedangkan kejadian di Dusun Worawari yaitu adanya balita terjatuh dan tercebur di genangan banjir belakang rumahnya hingga banyak minum air dan pingsan . Nama balita tersebut adalah Arzad Rizal sodiQ umur 20 bulan anak dari Bp/ibu Sadirin yang berhasil di tolong dan di selamatkan setelah di bawa ke UGD puskesmas sentolo 1.
Dengan adanya kejadian2 tersebut diatas, Polsek sentolo di pimpin Kapolsek Sentolo Kompol Sudaryoto, SH. beserta Ibu Bhayangkari Sentolo dan anggota Polsek sentolo memberikan bantuan Sembako kepada warga yang mengalami musibah. Bapak Kades Sukoreno mengucapkan banyak terimakasih kepada jajaran kepolisian terutama Polsek Sentolo yang sudah bersedia membantu warga yang terkena musibah.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan