GRHASIA PEDULI MANTAN

Sukoreno (07/12/17) – Sebelum diresmikan menjadi Rumah Sakit Grhasia, sejak masa berdirinya sebagai Koloni Orang Sakit Jiwa (KOSJ) pada tahun 1938, RS Grhasia telah melewati 3 masa dengan proses yang sangat panjang yaitu masa perjuangan (periode 1938-1945), masa perintisan (periode 1945-1989) dan masa pengembangan (1989-sekarang). Dalam perkembangannya RS Jiwa Grhasia berupaya memberikan pelayanan kepada pasien sebagaimana visi dan misi yang telah ditetapkan yaitu Menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Jiwa dan NAPZA Paripurna yang “Berkualitas dan Beretika” serta terus berusaha memberikan pelayanan yang menyeluruh kepada pasien dengan moto : Melayani dengan SENYUM.

RS. Jiwa Grhasia DIY yang merupakan RS yang terakreditasi Nasional Tingkat Lanjut (KARS 2012-2015) untuk 12 pelayanan dan memperoleh Sertifikat ISO ())! : 2000 tanggal 18 Oktober dari badan sertifikat WQA (d.h.i Worldwide Quality Assurance) untuk MENTAL HEALTH SERVICE, yang dilakukan audit setiap tahunnya dengan sertifikat terakhir: Sistem Manajemen Mutu/SMM ISO 9001:2008 No. QSJ 183, 18 Oktober 2013. Selain itu RS Jiwa Grhasia telah melaksanakan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah secara penuh sejak 6 Agustus 2012. Untuk itu upaya peningkatan kualitas pelayanan yang memenuhi standar pelayanan terus diupayakan dengan berorientasi kepada keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan.

Pada perayaan Hari Ulang Tahun yang ke-79 Rumah Sakit Grhasia yang dilaksanakan di Balai Desa Sukoreno diwarnai dengan kegiatan Pembagian sembako bagi masyarakat Desa Sukoreno dan pemberian santunan dan bantuan modal usaha bagi mantan pasien Rumah Sakit Jiwa Grhasia yang mempunyai usaha. Karena pada saat menjalani perawatan di RSJ Grhasia, para pasien mendapatkan pelatihan berbagai keterampilan. Tujuannya adalah agar mantan pasien yang dikembalikan ke dalam masyarakat mampu mendiri. Direktur RSJ Grhasia DIY ibu Dr.Etty Kumolowati,M.Kes saat menghadiri acara tersebut mengatakan “mantan pasien itu jika tidak ada kegiatna bisa mempersulit proses pemulihannya,sehingga kami sangat peduli kepada mantan pasien yang mempunyai usaha serta melakukan pengawasan kepada para mantan pasien.” Dalam pengawasannya RSJ Grhasia juga bekerjasama dengan Puskesmas terdekat dan warga masyarakat. Sesuai informasi yang berhasil dihimpun, ada 10 orang mantan pasien Rumah Sakit Grhasia yang mendapat bantuan untuk usahanya yaitu :

NO NAMA ALAMAT JENIS USAHA
1 JUNAIDI LENDAH II, KULON PROGO Penjual Angkringan
2 SURADI PANJATAN I, KULON PROGO Mencari Barang Rongsokan
3 SURYANTO PANJATAN I, KULON PROGO Penjual Kelapa
4 MARYANIE PANJATAN I, KULON PROGO Pembuat Sapu Lidi
5 SARINI PENGASIH I, KULON PROGO Penjual Ayam Potong
6 SRIASIH GALUR I, KULON PROGO Pedagang Buntil
7 SRI ASTUTI H WATES, KULON PROGO Kerajinan Rajut Tas
8 TRI WAHYUDI SAMIGALUH I, KULON PROGO Pedagang Sayur
9 JUMIRAHAYU LENDAH I, KULON PROGO Penjahit
10 WINARYO KALIBAWANG, KULON PROGO Usaha Slondok

 

3 Comments

Tinggalkan Balasan