RUMAH HARTONO JADI SASARAN BEDAH RUMAH

Sukoreno (4/12/17) – Masih tingginya Kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo saat ini memacu Pemerintah Kabupaten dan berbagai pihak bersatu untuk mensukseskan berbagai upaya pengentasan kemiskinan. Berbagai kreasi terus dilakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan. Dengan bekerjasama dengan berbagai pihak Pemerintah Kabupaten berupaya agar pengentasan kemiskinan dapat mencapai 2,5% tiap tahun. Hal tersebut juga dilakukan oleh Pemerintah Desa Sukoreno dalam mendukung program dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Keseriusan Pemdes Sukoreno dalam mensukseskan program kabupaten terbukti dengan pelaksanaan bedah rumah yang dilaksanakan pada hari Minggu, 03 Desember 2017 jam 08.00 WIB di rumah bapak Hartono yang beralamat di Dusun Banjaran RT 035 RW 018, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Sukoreno, Ketua BPD Desa Sukoreno, Bapak dan Ibu Dukuh dari pedukuhan ynag ada di Desa SUkoreno, Perangkat Desa lainnya dan juga masyarakat yang ada di Dusun Banjaran dan sekitarnya. Dalam kesempatan ini Kepala Desa Sukoreno memberikan bantuan sebesar Rp 12.500.000,- (sebelum pajak). Bantuan dana juga diterima oleh Bapak Hartono dari swadaya masyarakat Dusun Banjaran dan sekitarnya sebesar Rp 5.750.000,00. Meski di Desa Sukoreno masih banyak terdapat rumah yang kurang layak bahkan tidak layak huni,namun mengingat besaran dana yang dimiliki itu terbatas. Maka Pemerintah Desa Sukoreno menggunakan beberapa pertimbangan untuk menentukan rumah mana yang akan dibantu terlebih dahulu. Ciri RTLH ( Rumah Tidak Layak Huni ) :

  1. Luas rumah, siapa yang menggunakan luas rumah kurang dari 8 m2/ orang maka masuk kategori miskin. Jika 4 jiwa, maka minimal 32 m2.
  2. Dinding rumah, jika terbuat dari kayu atau bambu berbahan dasar murah.
  3. Dasar Lantai, jika masih dari tanah maka masih kategori KK miskin.
  4. MCK, jika masih buang air besar sembarangan, maka masuk kategori KK miskin.
  5. Jika rumah tidak ada sambungan listrik, maka masuk kategori KK miskin.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan