CARA LAIN MENIKMATI HASIL PERTANIAN

Sukoreno (4/12/17) – Luasan lahan pertanian di Desa Sukoreno yang mencapai kurang lebih 1.054 Ha membuat hasil pertanian yang ada di Desa Sukoreno melimpah. Menurut data dari Gapoktan Desa Sukoreno hasil pertanian untuk komoditas jagung mencapai 6 ton/Ha. Selama ini para petani menjual hasil pertanian tanpa mengolahnya menjadi produk yang lebih memiliki nilai ekonomis apabila dibandingkan dengan dijual langsung. Sedangkan hasil pertanian itu sehabis panen harus langsung dilakukan tindakan yang apabila tidak segera dilakukan maka akan menurunkan kualitas dan mempercepat kerusakan sehingga komoditas tidak tahan lama disimpan. Perlakuan tersebut antara lain:

  1. Pengeringan  (drying) bertujuan mengurangi kadar air dari komoditas. Pada biji-bijian pengeringan dilakukan sampai kadar air tertentu agar dapat disimpan lama. Pada bawang merah pengeringan hanya dilakukan sampai kulit mengering.
  2. Pendinginan pendahuluan  (precooling) untuk buah-buahan dan sayuran buah. Buah setelah dipanen segera disimpan di tempat yang dingin/sejuk, tidak terkena sinar matahari, agar panas yang terbawa dari kebun dapat segera didinginkan dan mengurangi penguapan, sehingga kesegaran buah dapat  bertahan lebih lama.
  3. Pemulihan  (curing) untuk ubi, umbi dan rhizom. Pada bawang merah, jahe dan kentang dilakukan pemulihan dengan cara dijemur selama 1 – 2 jam sampai tanah yang menempel pada umbi kering dan mudah dilepaskan/ umbi dibersihkan, telah itu juga segera disimpan di tempat yang dingin / sejuk  dan kering.  Untuk kentang segera disimpan di tempat gelap (tidak ada penyinaran). Curing juga berperan menutup luka yang terjadi pada saat panen.
  4. Pengikatan  (bunching) dilakukan pada sayuran daun, umbi akar (wortel) dan pada buah yang bertangkai seperti rambutan, lengkeng dll. Pengikatan dilakukan untuk memudahkan penanganan dan mengurangi kerusakan.
  5. Pencucian  (washing) dilakukan pada sayuran daun yang tumbuh dekat tanah untuk membersihkan kotoran yang menempel dan memberi kesegaran. Selain itu dengan pencucian juga dapat mengurangi residu pestisida dan hama penyakit yang terbawa. Pencucian disarankan  menggunakan air yang bersih, penggunaan desinfektan pada air pencuci sangat dianjurkan. Kentang dan  ubi jalar tidak disarankan untuk dicuci. Pada mentimun pencucian berakibat buah tidak tahan simpan, karena lapisan lilin p ada permukaan buah ikut tercuci. Pada pisang pencucian dapat menunda kematangan.
  6. Pembersihan ( cleaning, trimming) yaitu membersihkan dari kotoran atau benda asing lain, mengambil bagian-bagian yang tidak dikehendaki seperti daun, tangkai atau akar yang tidak dikehendaki.
  7. Sortasi   yaitu pemisahan komoditas yang  layak pasar (marketable) dengan yang tidak layak pasar, terutama yang cacat dan terkena hama atau penyakit agar tidak menular pada yang sehat.

Dari banyaknya proses yang harus dilakukan setelah panen,beberapa warga mengusulkan untuk pelatihan pengolahan hasil pertanian pada saat Musrenbangdes. Sehingga pada RPJMDes Desa Sukoreno terdapat kegiatan pelatihan pengolahan hasil pertanian, yang diharapkan mampu menjawab keinginan dari masyarakat. Pelatihan tersebut terdiri dari :

  • Pembuatan Keripik daun (daun singkong, daun mangga, daun kelor, daun sirih )
  • pembuatna keripik sayuran ( Pare, Gambas, Terung, Wortel )
  • Nugget pisang

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Sukoreno menggandeng Lembaga Pelatihan Kuliner Kayumanis yang beralamat di Saren, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman. Kegiatan pelatihan pengolahan hasil pertanian ini disambut sangat baik oelh masyarakat,terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mendaftarkan diri. Namun karena keterbatasan alat dan tempat maka hanya bisa melatih 25 orang.

1 Comment

Tinggalkan Balasan